digitalpainting_feature

Digital Painting Tutorial part 4 : The Process of Making a Digital Painting

 

Pada seri Tutorial Digital Painting sebelumnya saya telah membahas tentang skill yang dibutuhkan, software yang digunakan dan cara mengubah sketsa menjadi gambar digital, maka dalam tutorial ini saya akan menjelaskan proses pembuatan gambar digital yang menggunakan metode yang telah saya gunakan sendiri.

Hardware yang dibutuhkan yaitu PC atau Laptop dengan spesifikasi yang cukup memadai, dan Graphic Tablet yang sudah umum digunakan,

Pastikan terlebih dahulu bahwa Graphic Tablet yang digunakan memiliki “Pressure Sensitivity” agar setiap tarikan garis yang dibuat memiliki ketebalan yang berbeda-beda, tergantung pada penekanannya, supaya gambar digital yang dihasilkan lebih baik. untuk itu cek apakah driver Graphic Tablet sudah terpasang sesuai dengan spesifikasinya.

Software yang digunakan yaitu MyPaint untuk sketsa dan pewarnaan, dan Gimp untuk editing dan final touching.

(more…)

Read More

Digital Painting Tutorial Part 3 : From Pencil to Digital

 

Tutorial Digital Painting bagian ke-3 ini adalah tentang mengubah sketsa pensil ke format digital dan mengedit dan memberikan warna hingga menjadi Digital Painting.

Metode ini dapat diterapkan untuk mereka yang masih belum terbiasa menggunakan graphic tablet atau juga yang lebih menyukai membuat sketsa dengan cara tradisional.

penciltodigital

Software yang akan digunakan adalah Gimp dan MyPaint atau Krita (untuk mewarnai)

Pertama, sebelum memulai menggambar, sebaiknya kita melakukan pemanasan atau warming-up dengan membuat sketsa percobaan, tujuan dari pemanasan ini adalah untuk melatih pembuatan konsep gambar

 

warmingup

Kedua, mulai membuat sketsa dan merapikan garisnya, setelah itu gambar yang sudah jadi bisa di-scan atau difoto dengan kamera digital dan file gambar tersebut dipindahkan ke laptop/komputer.

 

original

Buka Gimp, rapikan gambar dengan Crop Tool, kemudian pertegas garis pada gambar dengan mengatur setting warna : Colors – Levels , yang akan membuat garis semakin hitam dan warna kertas semakin putih

1level_adjustment

 

Untuk menghilangkan warna kertas dari gambar, pilih : Colors – Color to Alpha , yang akan membuat gambar menjadi transparan

2colortoalpha

 

Kini gambar sudah transparan, maka berikan layer baru yang berwarna putih : Add New Layer pada menu Layer Box , dengan Layer Fill Type : White , letakkan layer baru itu dibawah layer gambar.

 

3newlayerwhite

Supaya garis tidak berwarna terlalu hitam, ubah setting warna garis : Colors – Colorize , dan atur settingnya seperti pada gambar berikut untuk mengubah warna garis menjadi lebih natural kecoklatan

4colorize

 

Kini gambar sudah siap untuk diwarnai, berikan layer baru dengan Layer Mode : Multiply , kegunaan layer mode ini adalah agar garis pada layer dibawahnya masih jelas terlihat. jika ingin mewarna dengan MyPaint maka simpan file dalam format .ora dengan menu File – Export , dan buka MyPaint

5coloring

Setelah selesai mewarna dengan MyPaint, simpan (save) dan buka kembali dengan Gimp , rapikan gambar dengan Crop Tool , simpan gambar dengan format Gimp .xcf dengan perintah File – Save , dan juga simpan dengan format .png dengan perintah File – Export

6croping

Kesimpulan : 

cara ini sebenarnya baik digunakan untuk mereka yang belum memiliki graphic tablet namun ingin membuat gambar digital, dan untuk mereka yang sudah terbiasa menggunakan pensil dan masih belum mau beralih ke graphic tablet maka tentunya cara ini sangat tepat untuk digunakan

Pada tutorial ini saya menggunakan kamera digital untuk mentransfer gambar ke komputer, mungkin lebih baik menggunakan scanner agar hasilnya lebih akurat dibandingkan dengan kamera digital.

fossyandmonkey_final_lowres

 

Tutorial serupa juga pernah diposting di blog saya :

http://susandevy.com/2013/06/29/digital-painting-from-a-pencil-sketch/

Read More

Digital Painting Tutorial part 2 : Basic Skill

 

Pada intinya Digital Painting adalah media 2 dimensional yang dibuat tampak seperti 3 dimensi, jadi jika anda ingin membuat suatu karya digital painting yang baik maka anda perlu memahami teknik-teknik untuk membuat karya digital yang tampak seperti 3 dimensi.

Jadi apa sebenarnya skill dasar yang dibutuhkan untuk dapat membuat digital painting ?

Sebenarnya Digital Painting tidak jauh berbeda dengan Traditional Painting, hanya bedanya semua peralatan yang anda gunakan pada traditional painting (pensil, cat, kuas, kanvas, kertas, dan lainnya) digantikan oleh software-software digital painting.

Jadi jika anda telah menguasai atau memiliki keahlian menggambar yang cukup memadai, maka anda telah menguasai sebagian besar dari skill Digital Painting.  Maka jika anda masih belum memiliki keahlian tersebut, saya sangat menyarankan anda untuk mengambil pensil dan kertas dan mulai membuat sketsa setiap hari.

Mengapa anda harus berlatih setiap hari ? karena ilmu Digital Painting tidak dapat anda kuasai dalam waktu yang singkat, anda harus melatihnya secara kontinyu dan konsisten.

Dan bahkan jika anda belum memiliki graphic tablet, anda masih tetap dapat membuat karya Digital Painting, asalkan anda sudah mempunyai keahlian menggambar secara tradisional.

Dan berikut beberapa Basic Skills yang anda harus kuasai :

Perspektif

dengan Perspektif, maka anda menciptakan dunia 3 dimensional dalam karya 2 dimensional, tanpa perspektif maka gambar anda tidak memiliki tampilan yang proporsional dan tampak tidak natural.

perspective
Garis perspektif diperlukan saat membuat sketsa

Lights and Shadows

Sumber pencahayaan adalah salah satu rahasia gambar yang sempurna, anda harus menentukan darimana sumber cahaya untuk membuat bayangan (shadows) pada objek yang terdapat dalam gambar tersebut.

fossy_darkbrightness
tentukan sumber cahaya sebelum membuat bayangan
Light and Shadows
sumber cahaya dan bayangan memberikan gambar yang ekspresif

Anatomy

Setiap objek yang anda gambar harus mempunyai anatomi atau struktur tubuh yang proporsional, anatomi adalah ilmu yang fundamental, tanpa anatomi maka objek yang anda gambar akan kelihatan tidak proporsional. jika anda masih belum menguasai ilmu anatomi maka sebaiknya anda berlatih setiap hari untuk membiasakan menggambar dengan anatomi. Gambar anatomi di atas saya ambil dari buku Andrew Loomis, yang sudah terkenal sebagai referensi yang baik untuk mempelajari anatomi.

how_to_draw_the_human_head_2
Andrew loomis

Komposisi

Komposisi adalah pengaturan letak objek pada gambar, komposisi adalah seperti frame atau bingkai pada gambar yang membuat gambar menjadi kelihatan lebih menarik, untuk mendapatkan komposisi yang baik anda perlu mempelajari seni komposisi, salah satunya yang paling terkenal dari dunia fotografi (yang bisa diterapkan di dunia digital painting juga) adalah “Rule of the Third” 

birulangit3
Komposisi yang baik menghasilkan gambar yang baik

Facial Expression dan Body Gesture

Untuk menciptakan gambar yang lebih ekpresif, terutama jika anda akan membuat komik atau karya visual komukasi lainnya, maka objek anda harus mempunyai facial expression dan body movement atau body gesture, untuk menguasai skill ini anda perlu melatihnya dengan membuat beberapa objek dengan ekspresi dan gesture yang berbeda-beda.

facial_expression
Facial Expression challenge

Sebenarnya masih ada beberapa skill lagi yang belum dijabarkan, tapi setidaknya skill-skill di atas sudah merupakan keahlian dasar yang harus anda miliki, dan anda tidak ada cara lain untuk menguasainya selain terus berlatih setiap hari (paling tidak sejam sehari) untuk menguasainya, Pada intinya dengan mempelajari keahlian ini anda dapat menghasilkan karya digital painting yang memiliki makna dan berkesan.

zkoigirl2
Girl and Koi Fish

 

 

 

Read More

Introducing to Digital Painting with FOSS

 

Digital painting atau digital art adalah metode untuk menghasilkan karya seni dengan menggunakan komputer (hardware dan software) yang mengadaptasi teknik-teknik yang digunakan dalam seni menggambar tradisional seperti cat minyak, cat akrilik, cat air, krayon, pena, pensil, yang mengaplikasikan materi-materi yang digunakan dalam seni tradisional seperti kanvas, kertas, kain, dan sebagainya.

Software Digital Painting yang sudah umum digunakan adalah Photoshop, dan banyak yang belum memahami bahwa software-software FOSS pun dapat menghasilkan karya digital yang tidak kalah dibandingkan dengan software yang sudah umum digunakan.

Maka artikel ini merupakan mukadimah atau pembukaan dari seri Digital Painting dengan FOSS yang akan menjelaskan teknik-teknik yang digunakan dalam menghasilkan Digital painting.

Mengapa dengan FOSS ?

fossy1_resize

pertama, dengan menggunakan FOSS maka anda terbebas dari masalah lisensi, dan yang kedua jika anda menggunakan FOSS maka secara langsung anda sudah memberikan kontribusi positif kepada komunitas FOSS.

Dalam seri Tutorial Digital Painting with FOSS ini saya akan menggunakan beberapa FOSS yang memang khusus untuk digital art, juga alasan mengapa saya memilih FOSS tersebut dalam membuat digital painting, platform yang sebaiknya anda gunakan, fitur-fitur pada digital paiting software tersebut dan teknik-teknik yang akan dipelajari.

Berikut adalah FOSS yang akan digunakan untuk Digital Painting :

  • Gimp, software ini sudah kita kenal sebagai software untuk image editing yang mumpuni, sebenarnya dengan Gimp saja bisa kita gunakan untuk membuat digital painting, namun karena fitur-fiturnya perlu kita atur settingnya dan juga kita perlu menambahi koleksi kuas (brushset) yang banyak untuk mendukung hasil digital art yang baik, maka Gimp akan kita gunakan sebagai retouching hasil akhir dari digital painting, seperti mengubah ukuran kanvas, mengubah brightness-contras, mengaplikasikan beberapa filter yang dibutuhkan, mengatur layer mode yang sesuai dengan digital painting, dan sebagainya.

fossy2_new

  • MyPaint, software ini adalah software digital painting yang sederhana dengan fitur yang ringkas sehingga tampilannya sangat minim, dan justru ini adalah kelebihan dari MyPaint, karena dengan minimal distraksi maka kita akan lebih fokus dan berkonstrasi pada saat sedang membuat gambar digital, juga karena fiturnya yang sedikit maka MyPaint sangat cepat jika digunakan pada PC/laptop yang tidak high-end

fossy3_new

  • Krita, software ini adalah merupakan software digital painting yang mensupport CMYK dan berbagaimacam fitur yang tidak terdapat pada FOSS untuk digital painting, software ini merupakan software yang lebih “serius dan profesional”, jadi sangat cocok digunakan untuk mereka yang memang ingin mendalami Digital Painting.

fossy4_new

Platform dan perlengkapan lainnya :

karena kita akan menggunakan FOSS untuk mempelajari digital painting, maka saya akan merekomendasikan anda untuk menggunakan Operating System yang berbasis Linux untuk mendukung FOSS, walaupun FOSS ini bisa juga digunakan pada OS Proprietary seperti Mac OS dan Windows, namun dengan menggunakan Linux OS maka anda akan selalu mendapatkan update terbaru dari FOSS tersebut, dengan demikian anda akan selalu dapat menikmati fitur-fitur terbaru dan dapat menggunakan rilis versi terbaru jika anda menggunakan Linux OS.

Linux OS yang saya rekomendasikan adalah yang sudah umum digunakan antara lain : Ubuntu OS, Linux Mint, dan Fedora

ubuntu_fossy

sedangkan perlengkapan yang sebaiknya anda miliki selain PC/laptop, anda juga butuh Graphic Tablet, saat ini graphic tablet yang umum digunakan adalah wacom, dan sebelum membelinya anda perlu mengecek dulu apakah jenis graphic tablet tersebut sudah tersedia drivernya pada OS yang terpasang di PC/Laptop anda, namun biasanya Linux OS terbaru seperti Ubuntu sudah menyediakan driver untuk graphic tablet.

Bagaimana jika anda masih belum memiliki Graphic Tablet ?

fossy5

ini adalah pertanyaan yang sering dilontarkan, jika anda tidak mempunyai graphic tablet seharusnya tidak membuat anda berhenti mempelajari digital painting, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan dengan menggunakan FOSS sehingga kita dapat mengubah gambar atau sketsa dari pensil menjadi Digital Painting.

namun tetap saja jika anda ingin benar-benar mendalami digital painting maka anda wajib memiliki Graphic Tablet.

Demikian Perkenalan atau Mukadimah dari seri Tutorial Digital Painting dengan FOSS, nantikan seri berikutnya yang akan membahas tentang Basic Skill pada Digital Painting

fossy6

 

 

Read More

Angelina-Jolie-Lego

Membuat Lego Photo Mosaic dengan Gimp dan Inkscape

 

Tutorial ini akan menjelaskan cara mudah dan singkat mengubah foto anda menjadi Foto Mosaik dengan Lego Pattern, software yang anda butuhkan adalah Inkscape dan Gimp.

Hasil akhir yang akan kita peroleh adalah sebagai berikut :

Angelina-Jolie-Lego

 

Pertama, buka Inkscape, pada Document Properties (Shift Ctrl D) ubah ukuran canvas menjadi 50 x 50 pixel.

Gunakan Rectangle Tool untuk membuat kotak sebesar ukuran kanvas (dengan warna abu-abu/Gray 50%), gunakan Circle Tool untuk membuat lingkaran di tengah-tengah kotak, tekan Ctrl-D untuk membuat duplikat lingkaran kedua, tekan Ctrl+Shift sambil gerakkan kursor untuk mengecilkan Lingkaran Kedua.

Pilih Gradient Tool dan aplikasikan Radial Gradient pada Lingkaran Pertama, warna gradient adalah Putih dan Hitam, ini akan memberika efek emboss pada lingkaran :

1

 

Tekan Ctrl+D pada Lingkaran Pertama untuk membuat duplikatnya, ubah warnanya menjadi Gray 80%, pada Fill & Stroke menu (Shift + Ctrl + F) ubah Blur menjadi 5 dan turunkan Opacity menjadi 70%, ini akan memberika efek Drop Shadow pada lingkaran :

Screenshot from 2014-09-21 23:32:08

Kini kita akan menyimpan file Lego Pattern ini dalam format .png , pilih File – Export PNG image dan simpan dengan nama Lego_Pattern.png , dan kita sudah selesai menggunakan Inkscape dan boleh menutupnya (Quit)

Buka file Lego Pattern tersebut dengan Gimp, kita akan mengubah format file tersebut menjadi file yang bisa digunakan untuk Pattern pada Gimp, Pilih File – Export , pada drop-down menu pilih Gimp Pattern (*.pat) dan simpan File dengan nama Lego_Pattern.pat .

2

 

Agar kita dapat menggunakan file pattern itu sebelumnya kita harus memindahkan file itu pada folder pattern di Gimp, tutup Gimp (Quit), jika anda pengguna Linux, buka Home Folder. untuk pengguna Windows bisa membuka Windows Explorer. buka folder Home/(nama user)/Gimp/Patterns dan pindahkan file Lego_Pattern.pat pada folder tersebut. kemudian buka kembali Gimp.

Buka foto yang akan kita gunakan, sebaiknya gunakan foto dengan resolusi yang baik atau ubah ukurannya dengan Image – Scale Image dan ubah ukurannya menjadi 4000 pixel.

Pada Layer Toolbar, buat duplikat layer, kemudian pada layer duplikat itu pilih Filter – Blur – Pixelize dan ubah ukuran pixel menjadi 50 pixel , karena ukuran pixel ini sama dengan ukuran pattern yang kita buat sebelumnya.

4

 

 

Kemudian buat layer baru dengan Layer Fill Type : Transparency, pilih Bucket Tool, pada Toolbar pilih Fill Type : Pattern Fill (pastikan pattern yang digunakan adalah Lego Pattern yang sudah kita buat sebelumnya) dan Affected Area pilih pada Fill Whole Section

Setelah itu klik bucket fill tool pada gambar maka seluruh image akan dipenuhi oleh lego pattern, pada Layer Toolbar, pilih Layer Mode menjadi Overlay maka image akan menjadi seperti berikut :

Screenshot from 2014-09-22 00:09:14

 

Agar warna foto lebih tampak kontras, pada layer duplikat, pilih Color – Posterize dan atur ukurannya pada 20 :

Screenshot from 2014-09-22 00:14:03

 

Kini foto anda sudah menjadi foto mosaik dengan lego pattern ! simpan foto anda dengan perintah File – Export untuk menyimpan file dalam format jpeg, png atau lainnya.

Demikian tutorial membuat foto mosaik dengan Lego Pattern, semoga tutorial sederhana ini bisa bermanfaat ! terima kasih atas perhatiannya

Angelina-Jolie-2lego

 

 

 

 

Read More

Prince-George

Filter baru dari G’MIC untuk Face Transfers

 

Mungkin sudah pernah dengar tentang aplikasi “Face Swap” untuk memindahkan wajah ke objek yang lain, kini dengan G’MIC plugin untuk Gimp, hal itu bisa dilakukan dengan cara yang sangat mudah dengan hasil yang cukup baik.

Sebelumnya tentu saja kita harus sudah menginstall plugin G’MIC dengan mendownloadnya di situsnya. berikut adalah gambar yang akan kita modifikasi :

Prince-George

Pertama, buka sebuah file gambar, dengan menggunakan Lasso Tool, kita menseleksi wajah yang akan ditransfer

1

Kedua, copy wajah tersebut (Ctrl + C) dan Paste sebagai Layer baru (Paste as New Layer) kemudian dengan menggunakan Move Tool, Rotate Tool dan Scale Tool, atur wajah tersebut pada posisi yang dihendaki

2

Ketiga, agar filter bisa dijalankan dengan baik, atur ukuran layer baru agar sama dengan ukuran layer awal : Layer – Layer to Image Size

Buka Plugin G’MIC, pilih filter Layer – Blend (Seamless) , semua setting tidak usah diubah, kecuali pastikan pada bagian Input/Output layer pada pilihan : All Visibles , untuk membuat filter bisa diaplikasikan pada semua layer, klik OK

3

Dan ini adalah hasil setelah filter tersebut diaplikasikan, dua layer tadi sudah bergabung menjadi satu layer

4

Catatan : jika anda sudah memiliki plugin G’MIC tapi belum terdapat filter Blend (Seamless) ini, maka sebelumnya harus meng-update plugin G’MIC dengan cara me “refresh” plugin itu pada tombol refresh di G’MIC toolbar.

blendlayers

Demikian tutorial sederhana ini, semoga bermanfaat !

1382648294_prince-william-kate-middleton-prince-george-zoom

 

 

Read More

1

Efek pada animasi dengan filter G’MIC

 

G’mic adalah plugin untuk Gimp yang memiliki ratusan filter yang sangat bermanfaat, di tutorial sebelumnya kita sudah membahas tentang animasi sederhana dengan Gimp, maka dalam tutorial berikut ini kita akan mencoba mengaplikasikan salah satu filter dari G’mic pada animasi.

file animasi yang saya gunakan adalah file animasi yang saya ambil dari internet dengan format file .gif 

voltesv-o

Pertama, buka file animasi tersebut dengan Gimp, disini kita akan melihat bahwa file animasi tersebut memiliki ratusan frame dan sudah memiliki jeda waktu pada masing-masing frame.

1

Untuk mempermudah pengeditan frame, semua layer/frame kita tutup dulu dengan mengklik tombol mata/eye , kecuali pada layer/frame terakhir :

2

 

Karena file animasi ini ada tulisan pada bagian bawahnya, saya menghilangkan tulisan tersebut dengan Crop Tool :

3crop

Dan berikutnya kita bisa memulai pengeditan frame/layer dengan G’mic, pastikan sebelumnya sudah mendownload G’mic plugin untuk Gimp, buka G’mic dan pilih frame/layer paling terakhir dari file animasi tersebut dan pilih filter : Artistic – Graphic Novel, klik Ok :

4gmic_graphicnovel

Kita sudah mengaplikasikan filter G’mic pada layer pertama, untuk layer/frame berikutnya kita hanya mengulang perintah tersebut dengan memilih : Filter – Repeat G’mic.

Dan setelah selesai mengaplikasikan filter G’mic pada seluruh frame/layer, jangan lupa men-save file dengan  cara : pilih File – Export As (Ctrl + Shift + E) , masukkan nama file dengan akhiran .gif kemudian klik OK maka akan muncul windows baru “Export Image as GIF”, pada GIF Options, klik pada box “As Animation” untuk menyimpan animasi dengan format GIF.

Berikut adalah hasil akhir dari animasi yang sudah diberi efek filter dari G’mic :

voltesv-gmic

 

Dan berikut adalah animasi yang juga sudah diberi efek filter G’mic

gmicgraphicnovel

 

demikian tutorial sederhana ini, mohon kritik dan sarannya, semoga bermanfaat dan tutorial berikutnya saya akan mulai membahas tentang Krita

 

 

 

Read More

Animasi sederhana dengan efek Lens Flare dengan Gimp

 

Pada tutorial ini, kita akan mencoba membuat animasi sederhana, tujuan dari tutorial ini adalah untuk memahami proses pembuatan animasi sederhana dengan format GIF

Software yang digunakan kali ini hanya Gimp, jadi langsung saja kita buat animasi sederhana ini ;

Pertama, buka New File (Ctrl + N), pilih Image Size 640×400 pixel.

Screenshot from 2014-02-28 23:15:05

Kedua, gunakan Bucket Fill untuk memberi warna dasar pada image, disini saya menggunakan warna biru tua, kemudian beri efek Lens Flare dengan menggunakan fitur : Filter – Light and Shadows – Lens Flare, untuk efek yang pertama ini saya memposisikan lens flare pada X = 130 dan Y = 130

Screenshot from 2014-02-28 23:17:45

 

Ketiga, setelah kita selesai membuat base layer, kita akan membuat layer berikutnya, klik Create New Layer, dan pada Layer Fill Type pilih Foreground Color, dengan demikian maka layer baru tersebut akan diwarnai dengan warna foreground yang serupa seperti layer sebelumnya.

2newlayer1

Keempat, setelah layer kedua muncul, berikan efek lens flare dengan memilih : Filter – Reshow Lens Flare, maka akan muncul setting efek lens flare yang sama seperti sebelumnya, ubah posisi X menjadi 170 dan Y menjadi 140.

3reshowlensflare

Kelima, ulangi langkah ketiga dan keempat dengan mengubah posisi X dan Y sampai menjadi delapan layer baru, atur posisi X dan Y hingga efek lens flare seakan-akan lenyap pada layer kedelapan.

4layer8

Keenam, kita akan memberikan Jeda atau Delay untuk setiap layer, karena layer-layer ini akan berfungsi sebagai frame-frame ketika kita ubah menjadi animasi, untuk memberikan jeda kita bisa menginput waktu pada nama layer tersebut dalam satuan millisecond (ms) dan dalam “kurung buka dan kurung tutup ()”, klik mouse kanan pada nama layer dan pilih Edit Layer Attributes, atau double klik pada nama layer, untuk background layer ini kita akan memberi input 1000ms :

5editlayer

Ketujuh,  ulangi langkah keenam pada layer-layer lainnya, untuk kali ini saya memberikan jeda 100ms pada setiap layer, kecuali layer terakhir saya beri jeda 1000ms :

6layerms

Kedelapan, untuk mencoba animasi tersebut, kita bisa menggunakan fitur animation : Filter – Animation – Playback, maka akan muncul tampilan animasi dengan tombol Play untuk memainkan animasi tersebut :

7play

Setelah melihat animasi tersebut, kita bisa mengubah jeda pada layer-layer untuk melihat perbedaan yang terjadi jika jeda tersebut lebih lama atau lebih cepat

Terakhir, kita akan menyimpan animasi ini dengan format GIF , pilih File – Export As (Ctrl + Shift + E) , masukkan nama file dengan akhiran .gif kemudian klik OK maka akan muncul windows baru “Export Image as GIF”, pada GIF Options, klik pada box “As Animation” untuk menyimpan animasi dengan format GIF.

8exportgif

Dan berikut animasi sederhana yang dibuat dengan efek lens flare :

lensflareanimate

Demikian tutorial sederhana ini, nantikan tutorial berikutnya tentang : Memberi Efek pada Animasi dengan Filter G’MIC, terima kasih untuk perhatiannya dan selamat mencoba :)

 

 

 

 

 

Read More

gmic-graphicboost2

Aplikasi Plugin G’MIC untuk Digital Painting

 

Dari artikel David Revoy tentang plugin G’MIC, baru saya pahami bahwa beberapa filter dari plugin ini adalah untuk memberikan efek artistik dari gambar digital – bukan cuma hanya foto, dan beberapa filter ini tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan filter-filter yang serupa dari beberapa plugin terkenal untuk Photoshop ( yang tentunya berbayar ya)

Jadi berikut akan saya coba jabarkan bagaimana mengaplikasikan filter-filter dari G’MIC pada gambar yang saya buat dengan software foss untuk digital painting, MyPaint, contoh berikut ini adalah gambar “Eye” yang dibuat denganDeevad mixbrush, saya suka menggunakan brush ini karena menghasilkan gambar yang “smooth” hingga saya tidak perlu menggunakan “Smudge” Tool untuk menghaluskan gambar lagi.

eyes1

Dan berikut adalah tampilan plugin G’MIC pada Gimp 2.8, filter yang akan saya gunakan adalah filter Poster Edges

 gmicmenu

 

Setelah mengubah beberapa setting, terutama pada setting Edge Threshold, berikut gambar setelah diaplikasikan dengan filter Poster Edges

eyes_posteredge

Selanjutnya akan saya coba untuk menggunakan filter tersebut pada gambar berikut ini, namun saya tidak mau efek filter tersebut mengubah detail pada wajahnya, hanya untuk pada bagian rambutnya saja.

girl

Dengan Gimp, saya menggunakan “Free Select Tool” untuk men-select wajah, pada Tool Option Bar, klik pada “Feather Edges” dengan radius 20 piksel. setelah itu pilih pada menu : Select – Invert , untuk men-select area disekitar rambut (karena saya akan mengaplikasikan efek filter untuk rambut – bukan pada wajah)

Screenshot from 2013-03-29 16:48:21

Dan berikut adalah hasil dari filter Poster Edges dari G’MIC :

 gmic-posteredges

Saya mencoba filter yang lain yaitu “Graphic Boost 2″ untuk menghasilkan tekstur yang lebih “berisi” pada gambar ini. Sebelumnya warna mata dari gambar ini sudah saya ubah dengan Gimp, jadi warna mata bukan diubah dengan filter dari G’MIC.

gmic-graphicboost2

Demikian posting tentang beberapa filter dari G’MIC yang cocok untuk memberikan efek artistik pada gambar digital, semoga bermanfaat, penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran. terima kasih.

 

sumber :

http://susandevy.com/2013/03/17/gmic-plugin-untuk-gimp/

http://www.davidrevoy.com/article147/gmic-new-filter-poster-edges#.UL-cnEsfxIw.google_plusone_share

http://gmic.sourceforge.net/

 

Read More

oldtown1-finished

Membuat Efek “Kota Mati” yang Mudah dengan Gimp

 

Salah satu hal yang menyenangkan dalam menggunakan software manipulasi gambar yaitu dapat menciptakan berbagai kreasi dari foto yang tampak biasa saja menjadi luar biasa, dalam tutorial ini saya akan mencoba menerapkan efek manipulasi gambar kota mati yang sudah terdapat pada edisi perdana Gimp Magazine, tentunya dengan langkah-langkah yang lebih sederhana dibandingkan dengan tutorial aslinya yang memerlukan waktu berjam-jam untuk mendapatkan efek kota mati tersebut.

Tools yang digunakan yaitu Clone Tool, Heal Tool, Dodge/Burn Tool, Perspective Tool, Move Tool dan Scale Tool

Sedangkan photo stock yang saya gunakan saya dapatkan dari free stock yang terdapat pada flickr dan deviant art, beberapa diantaranya yaitu Cracked Surface, Weathered Concrete surface, Rusty surface, Sepia Cloud, dan Grass surface

Key Modifier : untuk Dodge/Burn tool , tombol Ctrl untuk switch dari fungsi Dodge menjadi Burn.  untuk Clone Tool, tombol Ctrl untuk menentukan posisi awal yang akan dikloning, begitu pula dengan Heal Tool.

Ini adalah foto yang akan digunakan untuk membuat efek kota mati :

Pertama, buka file Cracked Surface : File – Open as New Layer

Atur posisi layer tersebut dengan Move Tool, kemudian gunakan Perspective Tool untuk mengubah dimensi layer hingga dapat menutupi permukaan aspal jalan

Duplikat layer tersebut hingga menutupi bagian aspal lainnya, hapus bagian layer yang berada pada posisi diluar aspal dengan Erase Tool, ubah Layer Mode menjadi Overlay

 

Buka dengan layer baru Grass surface (permukaan rumput) dan posisikan hingga menutupi aspal seperti cara sebelumnya, dan ubah juga Layer Mode-nya menjadi Overlay

Lakukan langkah yang sama pada Mobil dan Bangunan, untuk mobil gunakan Rusty surface agar tampak seperti mobil yang sudah tua dan rusak, untuk bangunan gunakan Weathered surface untuk memberikan kesan bangunan yang sudah lama. Ubah semua Layer Mode menjadi Overlay

Gunakan Bushes stock image (gambar semak belukar) dengan Selection Tool, Cut dan Paste ke dalam image ini, dan atur posisinya disekitar jalanan.

 

Gunakan Dodge/Burn Tool pada Gedung untuk memberikan efek terang dan gelap pada bagian-bagian tertentu, gunakan tombol Ctrl untuk men-switch antara fungsi Dodge dan Burn

 

 

Untuk menghilangkan orang-orang disekitar kota, gunakan Clone Tool, tekan tombol Ctrl untuk menentukan posisi awal yang akan dikloning, dan hapus perlahan-lahan orang tersebut, setelah selesai, gunakan Heal Tool dengan cara yang sama untuk “menghaluskan” hasil akhirnya.

 

 

Terakhir, buka gambar awan bernuansa sepia pada layer baru, gunakan Erase Tool untuk menghilangkan bagian awan yang menutupi bangunan dan lainnya :

 

Buat Layer baru, gunakan Bucket Tool untuk mewarnai layer tersebut dengan warna Coklat tua, ubah seting Layer Mode menjadi Overlay, maka selesailah manipulasi efek kota tua ini

 

Sebetulnya efek kota mati ini bisa lebih disempurnakan lagi dengan memberikan tanaman gantung dan pepohonan liar  pada disekitar bangunan atau juga menambahkan beberapa hewan liar untuk memberikan kesan seperti kota yang sudah lama ditinggalkan, dan tentu saja waktu pengerjaannya akan lebih lama, sementara ini efek yang diberikan sudah cukup memadai untuk memberikan kesan kota mati.

Demikian tutorial ini, atas perhatiannya penulis ucapkan terimakasih, dan kritik atau sarannya akan penulis sangat hargai.

 

 

 

 

 

 

Read More